Tampilkan postingan dengan label Unit Link. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unit Link. Tampilkan semua postingan

Menghitung sendiri dana pensiun anda

Halo..
Jumpa lagi dengan saya..

Kali ini saya akan membagikan tips bagaimana menghitung dana pensiun yang sesuai dengan gaya hidup anda.
Mari tengok sejenak kepada orang-orang di sekitar kita yang sedang menjalani masa pensiun. Baik itu orangtua, saudara ataupun tetangga kita. Seperti apa sih gaya pensiun mereka. Apakah biasa atau sederhana, menengah atau mewah?? Pernahkah kita bayangkan, berapa sih pengeluaran mereka per bulan di masa pensiun. Dan dari uang pensiun atau pesangon tersebut, kira-kira cukup untuk bertahan berapa lama selama hidupnya??
Dan apakah kesehatan nya juga sudah dipertimbangkan saat masa pensiun? Karena di masa pensiun, tubuh akan mengalami penurunan daya tahan yang disebabkan faktor usia dan berkurangnya aktivitas.

Yuk tanpa panjang lebar, kita hitung dana pensiun yang harus dipersiapkan untuk kehidupan kita masing-masing. Mau gaya pensiun sederhana atau mewah itu pilihan kita sendiri.

Pertama-tama, silakan download dan instal aplikasi untuk menghitung dana pensiun anda. Aplikasi ada di Google Play Store dengan nama aplikasi "What's Your Number?" seperti contoh gambar berikut :


Setelah anda menginstalnya, silakan buka aplikasinya. Tidak perlu membuat akun khusus, karena fungsi aplikasi ini seperti kalkulator. Tampilan aplikasinya adalah seperti berikut :


Pilih bahasa yang akan anda gunakan, kemudian tekan icon "Start" untuk mulai menghitung.


Pilih usia anda saat ini (misalkan 26 tahun) dan sampai di tahun berapa anda bekerja atau pensiun (misalkan di usia 55 tahun). Berarti, anda akan menjalani masa aktif atau produktif bekerja selama 29 tahun lagi sampai mencapai usia pensiun, yaitu di usia 55 tahun.
Kemudian pilih jumlah tahun menjalani masa pensiun. Menu ini anda pilih sendiri dengan perkiraan masa hidup setelah masa pensiun. Pada umumnya orang indonesia itu berumur sampai 70 tahun (Laki-laki) dan 75 tahun (Wanita).
Contoh saya mungkin akan hidup sampai usia kurang lebih 70 tahun. Maka, setelah pensiun di usia 55 tahun, masa hidup yang akan saya jalani adalah 25 tahun. Klik tombol berikutnya.


Di menu berikutnya di atas ini, adalah gaya pensiun anda. Apakah anda akan pensiun dengan tinggal di rumah sendiri atau apartemen pribadi. Misalkan pilih Rumah sendiri. Dan berapa jumlah anggota keluarga anda. Dan pilih juga gaya hidup anda. Apakah biasa, menengah, mapan atau mewah. Maka akan otomotasi berapa biaya hidup yang akan anda butuhkan. Kemudian pilih berikutnya.


Di menu berikutnya, anda isi berapakah saldo khusus tabungan dana pensiun yang anda miliki saat ini. Misalkan Rp 10.000.000. Lalu berakah Kontribusi bulanan yang anda tambahkan ke dalam tabungan dana pensiun anda. Dan perkiraan berapakah tingkat laba pensiun tahunan Bank saat ini. contoh anda ber-kontribusi Rp 1.000.000 per bulan dengan tingkat laba 1,2% per tahun. Kemudian klik tombol berikutnya.



Kemudian anda isi tingkat laba investasi tahunan, misalkan 10% dan berapakah tingkat inflasi tahunan nya, contoh 6%. Kemudian klik tombol hitung. Maka hasil uang pensiun yang anda butuhkan di usia 55 tahun dan untuk dapat menjalani masa pensiun tanpa bekerja selama 25 tahun sampai dengan usia anda 70 tahun adalah :


Uang pensiun yang anda butuhkan adalah Rp 6.370.666.000 (enam milyar tiga ratus tujuh puluh juta enam ratus enam puluh enam ribu rupiah). Dan untuk mendapatkan dana pensiun dengan jumlah tersebut, anda harus menabung lagi kurang lebih Rp 2.817.000 per bulan selama 29 tahun.

Anda pasti sanggup menabung atau menyisihkan uang sebanyak itu dengan harapan dapat anda nikmati di masa pensiun anda.

Pertanyaan saya adalah ;
Bagaimana dengan resiko hidup seperti sakit, kecelakaan, meninggal???
Tentu saja akan mempengaruhi nilai pensiun anda, oleh karena itu. Dibutuhkan yang namanya proteksi asset yang bernama Asuransi. Yang memberikan jaminan keamanan asset anda untuk keluarga dan hidup anda pribadi.
Sudahkah anda bijak menentukan mau menabung saja atau berinvestasi dengan basis proteksi di unit link Asuransi??

Mari berkonsultasi bersama saya..

        Best Regards




Rachmad Fajar Yuniargo
      (085 729 626 484)




Mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin

Mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin

Problematika Pensiun dan Proteksi Kesehatan di Masa Pensiun

Jika anda seorang pegawai atau karyawan sebuah lembaga atau perusahaan. Anda pasti setuju dengan beberapa hal sbb :;

1. Jika anda rajin bekerja di suatu perusahaan. Anda akan menikmatinya hingga masa pensiun di usia 55 tahun. Dan saat pensiun akan mendapatkan uang pensiun.
2. Anda akan merasa aman bekerja di perusahaan yang memenuhi kebutuhan proteksi anda dan keluarga.
3. Perusahaan selalu memberi bonus ketika pekerjaan anda sangat bagus dan memberikan sumbangsih besar kepada perusahaan.

Permasalahannya ;

1. Apakah perusahaan akan menjamin anda dapat bekerja sampai usia pensiun 55 tahun dan mendapatkan uang pensiun?
2. Bagaimana jika, perusahaan berhenti membiayai proteksi kesehatan anda dan keluarga ketika anda sudah mulai sakit dan tidak mampu bekerja. Dengan kata lain, akan timbul yang namanya PHK.
3. Ketika kondisi anda sedang down, dan kerja tidak bisa maksimal. Bukan bonus yang diberikan perusahaan, melainkan pemotongan gaji.

Lalu bagaimana solusinya?

1. Ketika pensiun di usia 55 tahun, anda akan menikmati hasil pensiun yang tidak banyak. Itupun berasal dari gaji bulanan anda ketika bekerja. *Syaratnya rajin bekerja sampai usia 55 tahun*
2. Anda memiliki tabungan dana pensiun / deposito di suatu Bank. *Syaratnya, tabungan khusus dana pensiun tidak boleh diambil sepersenpun*

Namun masalahnya tidak cukup sampai di sini, bagaimana jika saat kondisi 1, anda belum memasuki masa pensiun. Namun sudah berhenti bekerja? Impian untuk memiliki dana pensiun yang banyak akan sirna. Jika kondisi 2, di perjalanan menabung untuk dana pensiun anda butuh dana darurat untk pengobatan. Otomatis persiapan dana pensiun anda akan kacau dan tidak tercapai.
1 lagi masalahnya adalah, ketika sudah pensiun, tidak akan ada lagi jaminan kesehatan untuk anda dan keluarga.

Lalu bagaimana solusi yang terbaik?
1. Anda harus membeli proteksi kesehatan di masa pensiun, yaitu di usia 55 tahun.
*tentu saja, biaya proteksi kesehatan di usia senja sangatlah mahal*
2. Sejak usia anda masih muda, segera miliki proteksi kesehatan. Jadi ketika di usia senja kelak, biaya premi proteksi kesehatan anda tetap sama seperti saat anda masih muda.
Contoh :
 Pak Ali, usia 25 tahun. Membeli premi unit link Rp 500.000/bulan. Dan Pak Ali akan membayarkan premi tersebut sampai usia Pak Ali 40 tahun. Jadi cukup hanya 15 tahun saja. Namun Pak Ali akan tetap mendapatkan proteksi kesehatan hingga usia 75 tahun. 
3. Bagaimana dengan persiapan dana pensiun? Tentu saja, saat membeli unit link dengan premi Rp 500.000/ bulan tersebut. Pak Ali sudah memiliki persiapan dana Pensiun sebesar Rp 1 Milyar di usia 55 tahun. Dengan hanya membayar premi Rp 500.000/bulan selama 15 tahun. Dengan total premi yang harus dibayar Pak Ali hanya : Rp 500.000 x 12 bulan x 15 tahun = Rp 90 juta.
Dengan merencanakan proteksi kesehatan dan investasi dana pensiun anda pada program unit link, maka kehidupan usia senja anda akan terjamin. dan tidak perlu khawatir lagi..

Kok bisa? Bagaimana caranya?? Selengkapnya hubungi saya.

      Best Regards




Rachmad Fajar Yuniargo
 Your Financial Planner